Awas Tiruan !!! MIKROBA GOOGLE ( BIOP2000Z )

Awas Tiruan Dengan Harga Murah yang dijual oleh Distributor dan Agen Resmi !!!
Distributor dan Agen Resmi adalah Petani binaan yang memakai BIOP2000Z dan tinggal di satu wilayah / alamat yang jelas. Untuk menghindari Pemalsuan yang pernah kami alami oleh Distributor dan Agen Resmi kepada mitra BIO P2000Z, kami melakukan penjualan langsung kepada Mitra binaan yang terus kami monitoring perkembangan dalam pertanian, perkebunan, Peternakan dan Perikanan di seluruh Indonesia.
Dengan tegas bahwa nama Ultragen, maupun mikroba bhineka tunggal ikka itu Bahasa iklan dan produk yang menyesatkan dan karena pastilah itu bukan BIOP2000Z ataupun produk Turunan Mikroba Google dengan Hak Paten BIOP2000Z. Brosur dan Label produk BIOP2000Z asli "Tidak ada kata Ultra hayati". Tulisan BIOP2000Z ketebalan lebih kecil dan gambar tanaman lebih jelas, angka 5 dan 6 warna lebih cerah, dari stiker lama yang pernah dipalsukan oleh Distributor / Agen Resmi . Jangan tertipu dengan produk BIOP2000Z PALSU !!! !!! selain foto dan website dibawah ini :
Stok Terbatas!!! konsultasi dan order pabrik langsung.
Hub. Mas Nuar
email : mikroba.biop2000z@gmail.com
( Sms /WA only ) 085378877277 / 085891939377 / 08999396920
Artikel biop2000z ;
http://www.facebook.com/biop2000z
http://www.facebook.com/Biop2000zMikrobaGoogle
https://twitter.com/bio_p2000z
http://biop2000z-mikrobagoogle-pabrik.blogspot.com/
http://biop2000z-pabrik.blogspot.com/
http://biop2000z-mikrobagoogle.blogspot.com/
http://mikrobagoogle-biop2000z.blogspot.com/
http://www.tokopedia.com/biop2000z

Untuk Hasil inovasi dan Terobosan Teknologi Pertanian :
https://web.facebook.com/mikrobahormonextra/
https://web.facebook.com/groups/mikrobahormon/
Tampilkan postingan dengan label pakan ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakan ternak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2015

BIO P2000Z - Pakan Alternatif Ternak dengan Gedebog Pisang

Sapi dan Kambing Makan Gedebog Pisang, layaknya Kita makan semangka segar. Sebagian kita mungkin belum pernah melihat kambing yang diberi pakan gedebog pisang. Pertama kali melihat saya juga agak heran.
Apakah gizi-nya ada? 
Apakah kambing tersebut dapat tercukupi kebutuhan nutrisinya? kok bisa mau kambing tsb makan gedebog?
Begitulah pakan fermentasi, Pakan dengan kualitas yang rendah sekalipun seperti jerami kering, rerumputan kering, asalkan itu serat dan tidak beracun, dapat digunakan menjadi pakan yang berkualitas tinggi. Sehingga pakan-pakan yang pada musim kemarau sulit didapat menjadi mudah dibuat. Artinya kesetabilan dalam memperoleh pakan yang selama ini jadi kendala akan teratasi dengan memanfaatkan pembuatan pakan fermentasi.

Bagaimana dengan nutrisinya?
itulah yang menggembirakan. Dengan pakan yang telah difermentasi pertumbuhan dagingnya menjadi sangat baik. Pada bakalan (umur 4 bln atau lepas sapih kambing gibas) pertumbuhan dagingnya mencapai 6 kg per bulan. Pertumbuhan yang signifikan bukan?

Lantas, sejauh mana pakan fermentasi tersebut bisa membantu peternak mikro?
inilah peluang kita. Jika selama ini pemanfaatan pakan fermentasi hanya oleh peternak besar maka dengan “transfer pengetahuan” peternak mikro pun dapat membuat pakan fermentasi sendiri. mudah dan murah.

Pakan merupakan salah satu Faktor utama dalam keberhasilan usaha agribisnis peternakan domba dan kambing. Pakan domba kambing yang berupa rumput dan hijauan sangat terbatas ketersediaannya terutama pada musim kemarau. Inovasi sumber pakan Alternatif dan alternative pengelolaan pakan salah satu solusi untuk ketersediaan pakan setiap tahun,tentunya dengan tetap memperhatikan kualitas nutrisi pakan sebagai sumber energy dan sumber protein.

Domba dan kambing termasuk Ternak ruminansia kecil, ternak ruminansia memiliki kemampuan untuk mengkonversi bahan pakan yang berkualitas rendah menjadi produk hasil ternak yang berkualitas tinggi, kemampuan ini karena adanya mikroorganisme yang mampu memanfaatkan bahan pakan yang berserat tinggi menjadi sumber energy, perombakan ini dilakukan oleh bakteri sellulotik dengan bantuan enzyme sellulase yang dihasilkannya.kelebihan inilah yang dapat dimaksimalkan dalam pemeliharaan domba untuk memanfaatkan limbah pertanian.
Gedebog pisang merupakan salah satu limbah pertanian yang belum banyak termanfaatkan, gedebog pisang berasal dari pohon pisang (musa paradisiaca) yang telah di panen buah pisangnya, hampir semua daerah di indonesia pohon pisang ini tumbuh dengan subur dengan varietas jenis yang sangat beragam.

Gedebog pisang sebagai sumber pakan alternatife mempunyai kandungan nutrisi :
1) BK(bahan Kering) 87,7 %.
2) Abu 25,12 %.
3) LK (Lemak Kasar) 14.23%.
4). SK (Serat Kasar) 29.40%
5).PK (Protein Kasar) 3%.
6.) BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Protein) 28.24%.
Guna meningkatkan kualitas pakan dari gedebog maka sebelum di sajikan pada ternak gedebog perlu difermentasikan dan di tambah sumber pakan lain untuk melengkapinnya.
Alat-alat yang diperlukan :
1. Pisau/gobang
2. Ember dan drum plastic
3. Terpal
4. Timbangan.

Komposisi Bahan yang di perlukan
1. Pohon pisang : 50 - 60 kg
2. Ampas tahu : 20 kg
3. Katul / dedak : 5-6 kg
4. Garam :0.2 kg
5. Tetes tebu / gula pasir : 0.5kg / 0.2 kg
6. Biop2000z : 30 cc (3 tutup botol)
7. Air : 3 s/d 5 liter (Tergantung tingkat keringnya bahan)

Cara Pembuatannya
1. Pohon pisang dipotong-potong (semakin kecil semakin baik)
2. Campurkan potongan pohon pisang, ampas tahu dan katul secara merata
3. Masukkan Biop2000zke dalam 1 liter air, campur tetes tebu/gula pasir, aduk dan diamkan selama 15 menit.
4. Kemudian siramkan ke dalam pakan hingga rata. Taburkan garam dan aduk pakan hingga rata
5. Masukkan pakan ke dalam drum plastic/plastik atau tutup dengan terpal kedap udara selama 1 hari
6. Pakan siap untuk diberikan pada ternak (domba/kambing) setiap pagi dan sore
7. Pakan Gedebog pisang fermentasi ini, bisa bertahan 10-15 hari.
8. Tips dalam mencampurkan pakan, campur bahan pakan mulai dari bahan pakan dengan volume terkecil.

Cara pemberian ke domba/kambing/Sapi
• 1 - 7 hari setiap pagi ternak diberikan pakan seperti biasa .
• Pada sore hari diberikan pakan Gedebog pisang fermentasi sedikit-sedikit, dilakukan secara bertahap.
• Setelah domba/kambing terbiasa, berikan 2 s/d 5 kg per hari.

Manfaat Pakan Gedebog Pisang Fermentasi
1. menambah nafsu makan domba karena aromanya enak.
2. Kualitas nutrisi dan protein pakan dapat meningkat.
3. Bau Kotoran berkurang.
4. Pakan dapat di simpan.
5. Pembuatannya sangat mudah.

Potensi Ternak Kambing

Dengan membeli 2 ekor kambing sampai beberapa waktu kemudian berkembang menjadi beberapa ekor sapi. Untuk pencarian pakan saat itu masih sangat mudah. Saya dengan mudah mendapatkan rerumputan yang sangat disukai oleh ternak kami. Dan setiap hari sambil berangkat sekolah ternak ternak tsb dapat di-angon-kan (digembalakan) ke tanah lapang maupun sawah yang ditumbuhi rerumputan. Pengelolaan ternak pun tidak ada kendala.

Saat ini ketika memasuki musim kemarau, kebanyakan peternak mikro menjual ternaknya. karena kesulitan pakan. sehingga harga ternak menjadi turun dan peternak pun mengalami kerugian. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi jika peternak mau sedikit menerapkan teknologi pembuatan pakan. Yang mana saat ini telah dapat dibuat pakan fermentasi.

Pakan fermentasi terbuat dari serat seperti jerami, gedebog pisang maupun rerumputan yang di olah secara fermentasi. Hasilnya, pakan fermentasi mampu memberikan asupan nutrisi sangat baik daripada hijauan biasa. Dan yang menggembirakan adalah biaya produksinya jauh lebih kecil, lebih praktis dan tidak perlu ngarit setiap hari. sehingga pengelolaan ternak tsb dapat di intensifkan.
cara tersebut masih relevan bahkan lebih menarik untuk dilakukan kembali. Ada beberapa faktor untuk dapat mengatakan mengatakan beternak kambing saat ini lebih menarik, yakni;

Satu, potensi imbal hasil. Potensi imbal hasil beternak kambing saat ini lebih menarik daripada 20 tahun yang lalu. Jika dulu yang dapat dijual hanya kambingnya saja. Saat ini, urine, indil-indil (kotoran kambing) dapat laku dijual untuk menutupi kebutuhan harian. Kambingnya sendiri, dengan pengelolaan secara intensif mampu memberikan pertumbuhan antara 10-20% per bulan.

Dua, Kemudahan. Kemudahan dalam hal ini adalah kemudahan untuk memulai dan kemudahan pengelolaan. Untuk memulai usaha ternak kambing sangat terjangkau. Dimulai satu ekor pun sudah jalan. Kemudahan pengelolaan, saat ini telah banyak penggunaan pakan fermentasi sebagai solusi sulitnya pakan hijauan.

Dan ketiga, Kemudahan likuiditas. Kambing sangat mudah di-uang-kan. Harganya relatif stabil, bahkan tidak tergerus inflasi. Dan pada masa-masa puncak seperti Hari Raya Qurban harganya menjadi sangat menarik.

BUDIDAYA TERNAK DENGAN TEKNOLOGI BIO P2000Z

Usaha peternakan yang memiliki produktivitas tinggi tidakterlepas dari kualitas makanan yang diberikan dan memejemen tatalaksana yang tepat dan cocok bagi ternak seperti: sanitasi kandang, pencegahan dan pengobatan hama dan penyakit, pencegahan kehilangan energi melalui pembatasan gerak dan mencegah ternak mengalami stress. Untuk meningkatkan kualitas gizi makanan dan membantu memperbaiki pencernaan pada ternak teknologi mikroba (probiotik) pakan terus dikembangkan.
Disamping itu, mikroba yang menguntungkan tersebut dapat dimanfaatkan pula untuk menekan pertumbuhan pathogen, pengawetan pakan, meningkatkan nafsu makan ternak dan mendekomposisi limbah dan sisa makanan serta kotoran ternak untuk lebih bermanfaat dan tidak mengganggu ingkungan akibat bau dan pencemar.
Bio P2000Z adalah kumpulan cultur mikroba unggul berguna pada konsentrasi tinggi yang telah disinergikan dalam keseimbangan mikro ekologis untuk membantu meningkatkan gizi bahan organik dan memekan anasir racun dan mengubahnya menjadi bahan-bahan organik yang lebih berguna bagi kehidupan.

Tingginya kandungan protein sel tunggal dalam Bio P 2000 Z dannilai gizi baru yang dibangun oleh agen hayati tersebut maka dalam pengujiannya di lapangan teknologi ini telah terbukti significant dalam memacu melipatgandakan hasil pertanian, memulihkan lahan kritis yang miskin hara, dan meningkatkan kualitas bahan organik limbah hasil pertanian untukpakan ternak.
Kehandalan teknologi Bio Perforasi yang dalam bentuk Produk Bio P2000Z ini telah diakui sebagai teknologi Unggul Nasional oleh DPR RI dan memiliki paten Nasional maupun Internasional dengan nomor: PCT/ ID01/00003 dengan International Publication nomor: WO 01/83400 A2 di 110 negara.

Hasil Kajian Dr. Ir. Achsin, MSc peneliti BPPT ternyata bahwa produk teknologi ini yang diaplikasikan sebagai suplement pada pakan memberikan hasil yang positif pada ternak Sapi, domba, bebek/unggas dan produksi pupuk organik. Disamping kesehatan ternak meningkat yangdiikuti peningkatan produktivitas daging/telur aplikasi bersama pakan limbah pertanian kering yang rendah gizi seperti jerami kering, batang kedelai kering dan limbah batang jagung dalam fermentasi 2 – 5 minggu menjadi bahan makanan ternak yang relatif berkualitas.

Pada hijauan dapat dimanfaatkan untuk “Silase” dan pada masa budidayanya hijauan yang di aplikasi dengan Bio P2000Z memiliki produktivitas dan kualitas pakan yang lebih tinggi dibanding hasil budidaya tanpa teknik ini. Pertumbuhan sapi pedaging semasa penggemukan dengan penerapan teknologi ini berdasarkan informasi petani di lapangan telah mengangkat produksi daging rata-rata 1,2 – 2kg/hri/sapi demikian juga kontinyuoitas telur bebek yang diaplikasi. Kajian lebih lanjut terhadap teknologi baru ini dilakukan di LIPPI.

Tahap aplikasi teknologi Bio Perforasi untuk usaha Budidaya peternakan pada dasarnya meliputi 3 bagian yaitu:
(1) Sanitasi Kandang;
(2) Aplikasi pada Pakan;
(3) Aplikasi pada penanganan limbah dan pencegahan hama dan penyakit.

Secara garis besar sebagai berikut :
1. Sanitasi kandang
Disamping sanitasi yang telah biasa dilakukan untuk mengkondisikan kandangdengan cara ini disamping kandang menjadi tidak berbau karena H2S, amonia ethylene/methana yang menggangu lingkungan,juga jauh menekan pathogen penyebab hama/penyakit seperti pada kuku dan kulit.

Caranya sebagai berikut:
1. Buatlah fermentasi seperti petunjuk dengan konsentrasi Bio P2000Z: Air = 1 : 50 selama 48jam dengan penambahan Gula/Tetes 1 liter(atau kg) dan Urea 1 Kg
2. Ambil 1,5-3 liter hasil perbanyakan tersebut dan tambahkan air 10-15 liter air sebagai larutan siap semprot.
3. Semprotkan merata pada kotoran ternak yang ada baik dilantai maupun di permukaan dinding kandang secara merata.
4. Waktu aplikasi sebaiknya sore hari dan diulangi rutin 3 hari sekali (untuk pertama kali lakukan selama 3-5 hari berturut-turut).

2. Aplikasi Pada Pakan Ternak
Semua pakan yang berasal dari bahan organik pada dasarnya dapat difermentasikan dengan Bio P2000Z seperti formulasi pakanyang berasal dari dedak dan limbah hasil pertanian termasuk di dalamnya: Batang kedelai kering, batang jagung, jerami kering dan hijauan lain termasuk rumput her mada. Rumput/hijauan jika ingin ditingkatkan kandungan nutrisinya,proses pengawetan segar (silase, penapean,dll.) dapat memanfaatkan mikroba Bio P ini untuk meningkatkan kandungan SCP(Single Cell Protein) yang diperlukan sebagai protein alternatif bagi usaha peternakan.

Untuk lebih jelasnya teknik aplikasi untuk pakan ternak dapat dibagi sebagai berikut:
(a) Proses budidaya dan menjelang panen;
(b) Proses pengawetan bahan hijauan;
(c) Proses aplikasi pada limbah pertanian kering dan;
(d) Aplikasi pada pakan formulasi dan
(e) Pada minuman ternak.

a. Pada Budidaya Hijauan Ternak
Pada budidaya rumput ternak teknik budidaya sama saja dengan yang umum, hanya padafase 3 hari setelah pemupukan dasar perlu di aplikasi dengan Bio P2000Z untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi. Demikian juga seminggu setelah pemotongan, ratoon perlu di semprot.
Pada saat 3 hari menjelang pemotogan di lahan rumput perlu disemprot dengan mikroba ini dengan dosis 2 liter/ha(atau 400 liter hasil fermentasi) agar kandungan nutrisi saat pemotongan optimal.

Jerami baiknya jangan dibakar,solusi nya:
1. ditumpuk dilahan campur bekatul, garam, urea sedikit dan bekatul, siram BIOP2000Z fermentasi tutup terpal maka jadilah pakan sapi.
2. Kalo jeraminya kering ditambah bungkil ampas tahu, bekatul dan tepung ikan, sedikit ferresoil, urea dan gula lalu difermentasi BIOP2000Z tutup terpal sampai rapuh lalu digiling bisa untuk formulasi pakan ikan gurami, emas, nila, lele dll.
3. Jerami ditumpuk dilahan campur lapisan dedak kotoran ternak dan arang sekam tambah sedikit urea lalu disiram BIOP2000Z yang difermentasi tengah tumpukan diberikan aerasi (bambu berlubang) tutup karung goni basah agar selalu lembab setelah 3-5 minggu jadilah kompos bokashi ber mutu tinggi...
Bagaimana lebih bernilai tambah TINGGI kan????...

b. Proses pengawetan Hijauan
Hijauanyang dapat digunakan selain rumput budidaya adalah rumput alami,kacang-kacangan, rumput hermada dan pakan alami lain sesuai ternak yang akan digemukkan. Setelah rumput/Hijauan dipotong, maka dilakukan pencacahan dipotong-potong 3 – 7 cm dan dilayukan kemudian disemprot dengan hasil fermentasi Bio P 2000 Z 7 – 20 liter per ton sebelum diberikan langsung pada ternak.
Untuk pembuatan SILASE proses diatas dilanjutkan dengan tahapan pembuatan silase standar (dalam bak fermentasi dan berlapis-lapis), hanya pada saat pencampuran/pelapisan dengan bahan kandungan protein tinggi seperti dedak dan bahan lain agar hasilnya optimal dilakukan pembasahan/pelembaban setiap ton bahan dengan Bio P 2000 Z murni 100 ml dalam larutan air 10 liter yang diberi dengan urea 100 – 200 gram dan molase/gula 200-300 ml dan garam dapur 1sendok makan. Selanjutnya ditutup rapat (kedap udara) dan dipadatkan untuk proses fermentasi an aerobik/semi aerobik. Sebaiknya dibuat ditempat galian dalam tanah yang lembab/ dingin agar suhu tidak cepat berubah-ubah. Setelah penyimpanan dilakukan beberapa bulan sebelum diberikan langsung pada ternak sebaiknya dikering aginkan dulu untuk menghilangkan bau dan gas yang dapat mengganggu selera ternak. Disamping dapat diberikan dalam hijauan segar awetan pakan ini dapat dikeringkan dan dipadatkan dalam bentuk ball-ball padatan pakan sebagai pakan awetan kering fermentasi.

c. Proses aplikasi pada limbah pertanian pakan kering
Limbah pertanian seperti batang kacang-kacangan dan serealia pada dasarnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Kecepatan proses degradasi oleh fermentasi dipengaruhi kandungan lignin dalam bahan untuk menjadi bahan pakan mudah cerna. Limbah pertanian yang kandungan lignin dan selulosa rendah seperti batang kedelai kering dengan teknik BioPerforasi membutuhkan waktu fermentasi 7– 10 hari sedangkan yang relatif tinggi kandungannya seperti jerami membutuhkan waktu 21 – 40 hari agar proses perubahan bahan dapat berlangsung sempurna.
Untuk membantu proses peruraian selulosa dan lignin dapat dibantu dengan penambahan kultur jamur trichoderma saat fermentasi sehingga mendapatkan kualitas hasil fermentasi yang baik.

Cara pembuatan pakan ternak dengan limbah kering hasil pertanian sebagai berikut:
Limbah pertanian kering yang telah di cacah dilembabkan terlebih dahulu dengan menyiramnya dengan air bersih, dan setelah kondisi lembab, setiap satu ton bahan kering gunakan 10-50 liter hasil fermentasi Bio P2000Z (1 : 100) tambahkan 20-30 liter air bersih dan tetes 0,5-1,5 liter (atau gula merah) dan urea 0.25kg- 0.75 kg serta tablet vit B komplek = 5-10 butir dan larutkan merata.
Semprotkan dan siramkan merata sambil diaduk-aduk dengan menaburkan bekatul 25 – 50 kg per satu ton bahan kering. Selanjutnya tutup dengan karung goni basah dan dikerudungi dengan plastik terpal. Setiap hari diaduk-aduk dan dijaga kelembaban serta suhunya agar stabil, jika kering semprot/siramkan air. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga warna keputih-putihan oleh jamur dan ragi terjadi merata sampai suhu bahan agak dingin sendiri/stabil. Sebelum diberikan pada ternak sebaiknya diangin-anginkan dulu. Untuk penyimpanan dalam bentuk ball padatan pakan kering hasil fermentasi ini cukup dikering anginkan atau dikeringkan dan dipress dengan mesin menjadi ball-ball pakan ternak yang sewaktu-waktu dapat digunakan. Bahan-bahan ini dapat digunakan untuk campuran pakan formulasi setelah ditepungkan dan dirubah menjadi pelet-pelet.

d. Aplikasi pada pakan formulasi.
Pakan-pakan formulasi untuk penggemukan ternak dapat berasal dari tanaman dan hewan (termasuk tulang) serta ikan (termasuk kerang dan calsium laut). Pakan yang berasal dari tanaman seperti tepung bungkil kedelai,limbah tahu basah/kering, tepung bubuk pollard, bekatul, tepung hasil fermentasi limbah pertanian seperti kedelai dan jagung adalah bahan-bahan yang umum untuk forrmulasi. Pada pakan formulasi/instan yang siap dipakai tersebut untuk proses fermentasi dengan Bio P2000Z dapat dilakukan dengan teknik cepat saat akan diberikan pada ternak (1 – 8 jam fermentasi).

Caranya adalah sebagai berikut:
Saat pembuatan pelet basah untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan memperlama pakan basah agar tidak cepat busuk sebelum dikeringkan atau diberikan pada ternak.
Pada pakan tersebut saat pencampuran cukup ditambahkan hasil air fermentasi Bio P 2000 Z perbandingan (1: 100) untuk membasahi pakan.Setelah pencampuran formulasi bahan, selanjutnya di giling cetak dalam bentuk alet-palet. Diamkan 1-8 jam sebelum diberikan.
Dosis yang digunakan adalah:
100-200mili liter Bio P yang difermentasikan, hasil fermentasi diberikan 1-5 kwintal pakan. Untuk pakan-pakan yang harus di rebus seperti darah dll, campurkan hasil fermentasi ini saat finishing/forming (dimixing saat pembentukan pakan).

Pemberian pakan langsung pada limbah tahu/tempe, tapioka yang bentuknya telah halus danbasah dapat digunakan langsung dengan mencampurkannya dengan dosis yang sama di atas. Treatment ini disamping untuk menekan kecepatan pembusukan di luar dan bau busuk juga meingkatkan kandungan gizi pakan dan memudahkan membantu padasaat pencernaan.
Kandungan Gizi batang kedelai sebelum fermentasi memiliki kandungan protein 10,6%, Lemak 2,8%, Serat kasar 36,3%, abu 7,6% dan Betn 42,8%. Setelah difermentasi kandungan protein akan meningkat 100% – 250% sehingga ideal untuk serat dan peningkatan protein pakan.
Jika membuat pakan ternak/ikan dalam bentuk pelet dengan memanfaatkan bahan baku di atas (hasil fermentasi limbah kering kedelai),maka diperlukan pencacahan serat batang kedelai dan selanjutnya tepung serat tersebuat digunakan sebagai komponen formulasi sebagai berikut:
Jagung 30 - 50 %; Bungkil kedelai/Limbah susu kedelai 15 – 20 %; Dedak 10 % - 15 %; Tepung batang kedelai (fer) 15 –30 %; Tepung ikan/laut 5 % dan Feed Suplement 0,5 % – 1 %.

e. Aplikasi pada minuman ternak (PENGARUHNYA NYATA DAN CEPAT).

Cara ini sering dipakai pada peternak unggas seperti bebek dan ayam pedaging/petelur untuk meningkatkan produktivitas. Disamping untuk menjaga kesehatan ternak, penggunaan pada minuman akan membantu peningkatan gizi dan membantu proses pencernaan dalam perut ternak dan menekan hama/penyakit dalam saluran pencernaan akibat pH yang tidak stabil dan makanan yang berubah-ubah.
Pemberian dosis murni Bio P2000Z tanpa fermentasi adalah 1–2ml per liter air minum.
Sedangkan dengan cara hasil fermentasi digunakan 50 – 100 ml per liter air mimum ternak hasil fermentasi Bio P2000Z (1:100 = 1liter Bio P2000Z dalam 100liter air).

f. Pembuatan pupuk Organik kotoran ternak
1. Buat perbandingan 1:1 (kotoran ayam/pupuk kandang dengan air dan diaduk); tambahkan 15% air perasan bekatul, dan 0,6% Mineral N,P,K + 0,6% gula tebu dan 0,5% Bio P2000Z dari jumlah perbandingan di atas.

2. Fermentasikan selama 7-18hari hingga bau asli kotoran hilang, selanjutnya gunakan air saringannya untuk campuran penyemprotan/penyiraman tanaman dengan pengenceran air 10-20 kali, diaplikasikan bersama dengan hasil fermentasi Bio P 2000 Z untuk menyuburkan tanaman. Sisa kotoran/Ampas, sangat baik untuk pupuk tanaman agar tanaman cepat berbuah dan menyuburkan tanah.

CARA FERMENTASI BIO P 2000 Z Untuk TERNAK :

Bio P2000Z 1 liter
Air (air kelapa)100 - 200liter
Gula tebu/tetes 1- 2kg
Urea 0,4 – 1 kg
Diinkubasi selama 12- 48 jam di dalam drum plastik tertutup diletakkan di dalam ruangan gelap/teduh.

APLIKASI:
- BIO P 2000 Z disemprotkan pada seluruh bagian tanaman/bahan pakan hijauan/limbah kering hasil pertanian secara merata terutama pada jaringan yang aktif/muda.
- BIO P 2000 Z dapat di aplikasikan bersama dengan probiotik lain sesuai petunjuk;tetapi tidak dapat diaplikasikan bersama bahan kimia, pestisida alkali dan pH sangat masam, fungisida dan bakterisida.
- BIO P 2000 Z dapat diaplikasikan dengan obat/jamuorganic dari tanaman bersama air minum ternak.
- Untuk menghindari perubahan selera makan dan gangg. variasi bahan makanan yang dapat mengganggu pertumbuhan ternak sebaiknya pemberian dilakukan secara rutin dan tepat

SYARAT FERMENTASI:
- Alat seperti pengaduk dan wadah (drum, plastik gentong dll) harus bersih dan bahan-bahan dari kayu yang bersih. Sebaiknya dihindari pemakaian bahan dari logam.
Bahan baku seperti air sebaiknya air yang bersih (syarat minimal air pertanian)
- Tempat fermentasi ditempat yang teduh atau di dalam tanah atau terlindung dari cahaya/sinar matahari langsung di dalam wadah yang tertutup rapat.
- Pencampuran bahan seperti gula, urea dilarutkan dahulu dalam air yang akan diberibiang Bio P 2000 Z baru dilarutkan biangke dalamnya dan diaduk rata dengan alat pengaduk yang bersih.

CIRI FISIK FERMENTASI BERHASIL/NORMAL:
- Timbul gas dan wadah menggelembung dan menjadi berkeringat; Timbul bau harum (aromatis) kemasaman; warna larutan keruh; jikadigoncang/diaduk/dituang timbul gelembung gas kecil-kecil dari larutan; rasa larutan agak sepet masam; terdapat lapisan keputihan baik di permukaan larutan maupun di dinding wadah fermentasi.

CIRI FISIK FERMENTASI YANG GAGAL :
- Warna larutan tidak berubah (tetap jernih); Tidak berbau.
- Jika bau menjadi busuk, berarti banyak mikroba yang mati karena: kelamaan fermentasi (> 6 hari); dicampur langsung dengan bahan pupuk beracun atau dengan fungisida atau bakterisida atau pestisida lain; atau air yang digunakan beracun tinggi; atau wadah fermentasi tercemar bahan-bahan anti fermentasi seperti oli tinggi, zat kimia anti bakteri atau jamur.

*) Teknologi Unggulan Nasional berdasarkankeputusan DPR-RI dan telah di patenkan secara Internasional
**) Inventer/Penemu Teknologi Bio Perforasi; Ali Zum Muhzar

PEMBUATAN KOMPOS SEMPURNA TEKNOLOGI BIO P2000Z

Kompos adalah pupuk organik yang penting dalam budidaya pertanian terutama di lahan kering, berpasir, pegunungan yang mudah loloskan air dan lahan marginal.
Banyak bukti bahwa budidaya pertanian yang menggunakan kompos BIO P2000Z hasilnya meningkat dan berkesinambungan (lestari) dibanding yang tanpa kompos dan dari segi ekonomi pemakaian kompos dapat menghemat pemakai pupuk buatan. Oleh karena itu kompos sangat diperlukan untuk mendukung produksi pertanian organic yang lestari. Jika dikelola dengan baik usaha produksi kompos dapat berprospek sebagai usaha yang menguntungkan untuk menambah pendapatan keluarga.

Kompos berasal dari pembusukan bahan organik seperti daun-daunan, rumput- rumputan, jerami, hijauan serasah, sampah organik kota dan kotoran ternak dan berbagai campurannya. Pada prinsipnya pembuatan kompos sangatlah mudah. Secara alami bahan di atas akan membusuk bila ditimbun begitu saja. Namun perlu waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 3 bulan s/d 1 tahun. Sebagai pengganti dan pelengkap pupuk pertanian, kompos harus ada dan tersedia dalam waktu cepat seiring dengan pengolahan tanahnya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana mempercepat proses pengomposan sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan.

Penggunaan Bioteknologi modern dengan menggunakan jasa agen mikroba Bio P2000Z merupakan harapan besar untuk mempercepat proses dekomposisi dengan kualitas hasil yang lebih baik, sehingga dapat menjamin kesuburan tanah secara lestari.Akhir pengomposan akan meningkatkan ketersediaan
N menjadi 10 kali lipat,
P menjadi 15 kali lipat dan
K menjadi 20 kali lipat.
Mikroba unggul berguna di dalamnya (dari kultur Bio P2000Z) lebih lengkap dibanding kultur lain umumnya sehingga sangat menunjang terbentuknya hara alami secara lengkap dan berimbang khususnya mikro nutrient, senyawa Bio aktif (enzim, hormon, vitamin, ZPT, dll.), senyawa intermediate (asam organic, asam humat, folat, sakarida dll) yang menunjang pertumbuhan dan kesehatan tanaman serta mikro-biota tanah yang menjadikan tanah lebih hidup (produktif) dan subur.
Mengingat penyediaan bahan baku kompos tidaklah sulit (kotoran ternak, jerami, legume (kacang-kacangan) dan gulma serta seresah dedaunan yang telah tersedia dan melimpah di sekitar permukiman), diharapkan petani dapat membuatnya sendiri.
Pada jenis tanah dan tanaman tertentu, kompos sangat diperlukan untuk menunjang budidaya tanaman pokok, seperti pada penanganan lahan kritis, konservasi dan reclamasi lahan.

CARA PEMBUATAN KOMPOS SEMPURNA TEKNOLOGI BIO P2000Z
Peralatan :
1.Cangkul
2.Sabit/parang
3.Kayu papan/alas (Jawa, “Dugel”)
4.Plastik Hitam/Karung Goni
5.Ember Plastik
Bahan :
a. Bio P2000Z
b. Jerami/sampah/dedaunan
c. Dedak/Kotoran ternak
d. Sekam/abu
e. Gula Pasir dan urea, TSP/KCl, dll.
f. Air (secukupnya)
Garis besar bahan utama dengan proporsi bahan sebagai berikut :
Jerami,dll/organik Kotoran Ternak : Dedak : Sekam : Gula : Bio P2000Z : Air
Jumlah : + 200 kg secukupnya : 5 kg : 200 kg : 2 ons : 200 ml : 20 litr/secukupnya
NB: (Perbandingan jumlah / volume ini disesuaikan dengan kompos yang akan dibuat; dan kompos dapat diperkaya dengan nutrisi lain untuk tujuan budidaya tanaman tertentu khusus secara sinergi dengan mikroba Bio P2000Z)

a. Larutkan Mikroba Bio P2000Z 100 - 200 ml dan gula 10 - 15 sendok serta 10 - 15 sendok urea ke dalam 10 - 20 liter air (lebih baik diamkan/ Fermentasikan dulu 1 – 2 malam).
b. Jerami (rumput,daun-daun) dicacah ukuran lebih kecil (panjang 2 – 5 cm), sekam dan dedak dicampur secara merata dan lebih baik kalau ada kotoran ternak sapi atau unggas campurlah abu. Untuk memudahkan kerja dapat disusun berlapis- lapis dan tiap lapis dapat ditambahkan TSP/SP-36 dan KCl jika kompos akan langsung sebagai media tanam sekaligus sebagai pupuk nya.
c. Siramkan larutan starter di atas secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %, Bila bahan masih kering tambahkan air secukupnya (Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila adonan dilepaskan maka adonan akan megar).
d. Adonan digundukan di atas tanah yang tinggi atau alas papan dengan ketinggian 15 - 20 cm kemudian ditutup dengan karung goni/plastik selama 3 - 4 hari.
e. Pertahankan suhu dalam timbunan tidak lebih dari 40 C jika suhu lebih dari 50 C dengan cara: bukalah karung penutup, dan gundukan dibalik-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni.
Catatan : Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan kerja mikroba terhambat, untuk itu lakukan pengadukan sehari dua kali (6-24 jam sekali).
f. Pada proses dan kondisi yang benar (terkontrol), setelah 4 hari Kompos Bio P2000Z telah selesai fermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organic; cirinya warna coklat dan lebih lunak, serta tidak panas.

Penggunaan kompos ini yang ideal untuk hortikultura adalah 6 – 10 ton per hektar atau digunakan dengan cara spot (sekitar lobang tanam saja), sehingga lebih hemat.

Soal harga pun, bisa diadu.
Harga seliter pupuk Bio P2000Z dipasaran hanya Rp 150.000-180.000,-. Padahal, isinya setara dengan 200 kg urea (seharga Rp 900.000,-), 50 kg fosfat(Rp 200.000,-), dan setara 40 kg pupuk KCL (Rp.90.000,-). Jika merasa kemahalan, pupuk ini bisa diencerkan lagi dengan cara fermentasi selama 48 jam (dengan menambah 1kg gula/air kelapa, 1kg urea (bisa digantikan dengan air kencing), dan 20 liter air). hasil fermentasi tersebut bisa diencerkan menjadi 200 liter pupuk cair. Jadi, harganya memurah menjadi sekitar Rp. 1000/liter.
Bila air fermentasi diganti air kelapa tua yang terbuang dipasar terkumpul 1500 liter, harganya lebih murah lagi misal harga biop2000z pangan + phosmit original 300rb / 1500liter = Rp.200,-/liter.
Untuk areal yang luas bisa diperbanyak air fermentasi dengan dosis 1Liter BIOP2000Z : 1Liter Phosmit : 200Liter air biasa tuk 1ha,
300-400Liter air bekas rebusan kedelai pabrik Tempe tuk 1,5-2ha,
Urin ternak 1000 Liter tuk 5ha, Air kelapa tua 1500Liter tuk 7,5ha.

Pupuk Biop2000Z telah diujicoba pada berbagai macam tanaman produksi dan lahan pertanian dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun, termasuk pada lahan gambut. Sebagai contoh bukti hasil pemakaian pupuk BioP2000Z, jumlah panen kedelai, yang semula 1,2 ton per ha menjadi 4,5 ton per ha dalam enam kali pemupukan dengan jeda 1 – 2 minggu.
Untuk mendapatkan kedelai tingkat raksasa seperti pada gambar, tanaman perlu dipupuk dua kali seminggu. Tiap ada tunas baru, semprotlah daun, batang, dan tanahnya dengan pupuk ini.

Pupuk Bio P200Z tercipta dari rasa prihatin melihat kondisi ekonomi petani. Akibat revolusi hijau, produksi pertanian digenjot menggunakan pupuk kimia. Pada awal panen hasilnya memang memuaskan, tetapi untuk selanjutnya petani malah merugi. Setiap musim tanam, petani harus punya modal untuk membeli bibit, pupuk, dan pestisida. Ketika panen, belum tentu petani bisa langsung tersenyum bahagia meraup untung dan menutup utang modalnya. Soalnya, harga jual hasil panen masih bias digoyang untuk menguntungkan pihak tertentu. Petani akan lebih merana lagi jika tanamannya ludes diserang hama.

Jika kondisi seperti itu berlangsung terus-menerus, petani bisa makin jatuh melarat dan kemudian menggantung paculnya, ini sangat berbahaya, Indonesia bisa krisis pangan seperti langkanya kedelai dipasaran. Salah satu kunci penyebab kemelaratan petani adalah karena ketergantungan petani dengan pupuk buatan.Takaran penggunaan pupuk buatan ini untuk satu satuan luas perlu terus meningkat. Dari segi biaya, ini tentu menambah ongkos produksi yang memberatkan petani. Pemakaian urea yang berlangsung terus-menerus dan bertahun-tahun jugamembuat tanah menjadi seperti plastik. Akibatnya, tanah tidak bisa bernapas danair pun tidak bisa meresap. Ini baru dampak dari urea. Belum lagi akibat pupuk lain seperti TSP dan fosfat yang membuat tanah menjadi asam. Kalau sudah begitu, akar tanaman sulit berkembang dan hidup.
Padahal sesungguhnya tanaman bisa subur secara alami tanpa diberi pupuk kimia buatan !!!

BIO P2000Z (MIKROBA GOOGLE) Awas Tiruan !!!

Dengan tegas bahwa nama Ultragen, maupun mikroba bhineka tunggal ikka itu Bahasa iklan dan produk yang menyesatkan dan karena pastilah itu bukan BIOP2000Z ataupun produk Turunan Mikroba Google dengan Hak Paten BIOP2000Z. Brosur dan Label produk BIOP2000Z asli "Tidak ada kata Ultra hayati".
Jangan tertipu dengan produk BIOP2000Z PALSU !!! !!! selain foto dan website dibawah ini : 
 
Tulisan BIOP2000Z ketebalan lebih kecil dan gambar tanaman lebih jelas, angka 5 dan 6 warna lebih cerah, dari stiker lama yang pernah dipalsukan oleh distributor / agen . Untuk menghindari Pemalsuan yang pernah kami alami oleh Distributor dan Agen kepada mitra BIO P2000Z, kami melakukan penjualan langsung kepada Mitra binaan yang terus kami monitoring perkembangan dalam pertanian, perkebunan, Peternakan dan Perikanan di seluruh Indonesia. Stok Terbatas!!!

konsultasi dan order pabrik langsung. Hub. Bimanuar
email : mikroba.biop2000z@gmail.com
( sms only ) 085378877277 / 02123650877 / 085891939377 / 08999396920
Artikel biop2000z ;
https://www.scribd.com/biop2000z/documents
http://www.facebook.com/bop2000z ,
http://biop2000z-pabrik.blogspot.com/ ,
http://biop2000z-mikrobagoogle.blogspot.com/ ,
http://mikrobagoogle-biop2000z.blogspot.com/
https://www.tokopedia.com/biop2000z

Cara fermentasi biop2000z untuk tanaman, ternak, ikan
https://www.youtube.com/watch?v=bHh3pO3-6MI

Dokumen biop2000z klik :
https://www.scribd.com/biop2000z/documents
https://www.facebook.com/biop2000z/photos/a.1375012706069858.1073741826.1375007859403676/1549869721917488/?type=1&theater
DOWNLOAD FILE Artikel+Brosur+PERIJINAN BIOP2000Z klik:
https://www.facebook.com/groups/173851086038054/files/
Cara pemakaian youtobe klik:
http://www.youtube.com/watch?v=TxPFAkgwK0A&amp%3Bnoredirect=1
Penemuan Luar Biasa dimuat di Iptek Talk TVRI :
1. http://www.youtube.com/watch?v=X2D8bcogP3M
2. http://www.youtube.com/watch?v=uizjjmhfq_Y
3. http://www.youtube.com/watch?v=A5ODLdWZGqI
Anugerah Presiden : http://www.youtube.com/watch?v=7ZQkf5-84tQ
Padi Hibrida : http://www.youtube.com/watch?v=7ZQkf5-84tQ
Hasil yang Berbeda Nyata : http://www.youtube.com/watch?v=9BNYkhOyfPU
Proyek Mikroba Google Qatar : http://www.youtube.com/watch?v=hgwJOjt7t9A
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1401031380134657.1073741833.1375007859403676&type=3
Perbedaan pupuk kimia vs Bio P2000Z klik: http://www.youtube.com/watch?v=9BNYkhOyfPU&amp%3Bfeature=relmfu

Sabtu, 25 Oktober 2014

BIOP2000Z TEKNOLOGI PRODUKTIVITAS MENUJU KEMANDIRIAN PERTANIAN INDONESIA

KETAHANAN PANGAN DAN TEKNOLOGI PRODUKTIVITAS MENUJU KEMANDIRIAN PERTANIAN INDONESIA Oleh: Ali Zum Mashar, SP.
Dengan penduduk 216 juta jiwa, Indonesia saat ini membutuhkan bahan pangan pokok sekurang-kurangnya 53 juta ton beras, 12,5 juta ton jagung dan 3,0 juta ton kedelai. Jika tidak diimbangi dengan laju pertumbuhan produksi pangan dalam negeri secara signifikan, dapat menyebabkan ketahanan pangan nasional rendah. Meskipun upaya peningkatan produksi pangan di dalam negeri saat ini terus dilakukan, namun laju peningkatannya masih belum mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri karena produktivitas tanaman pangan serta peningkatan luas areal yang stagnan bahkan cenderung menurun.
Untuk meningkatkan produksi pangan nasional, dapat dilakukan peningkatan produktivitas dengan menerapkan teknologi produksi antara lain melalui penggunaan pupuk organik/hayati. Pupuk tersebut dapat mengembalikan kesuburan lahan melalui jasa mikroba yang menguntungkan. Sejalan dengan itu, juga perlu dilakukan perluasan lahan pertanian antara lain melalui pengembangan kawasan transmigrasi.

Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 216 juta jiwa dengan angka pertumbuhan 1.7 % per tahun. Angka tersebut mengindikasikan besarnya bahan pangan yang harus tersedia. Kebutuhan yang besar jika tidak diimbangi peningkatan produksi pangan justru menghadapi masalah bahaya latent yaitu laju peningkatan produksi di dalam negeri yang terus menurun. Sudah pasti jika tidak ada upaya untuk meningkatkan produksi pangan akan menimbulkan masalah antara kebutuhan dan ketersediaan dengan kesenjangan semakin melebar.

Keragaan laju peningkatan produksi tiga komoditi pangan nasional padi, jagung dan kedelai tersebut sebagaimana tampak dalam tabel 1.
Keragaan di atas menunjukkan bahwa laju pertumbuhan produksi pangan nasional rata-rata negatif dan cenderung menurun, sedangkan laju pertumbuhan penduduk selalu positif yang berarti kebutuhan terus meningkat. Keragaan total produksi dan kebutuhan nasional dari tahun ke tahun pada ketiga komoditas pangan utama di atas menunjukkan kesenjangan yang terus melebar; khusus pada kedelai sangat memprihatinkan. Kesenjangan yang terus meningkat ini jika terus di biarkan konsekwensinya adalah peningkatan jumlah impor bahan pangan yang semakin besar, dan kita semakin tergantung pada negara asing.
Impor beras yang meningkat pesat terjadi pada tahun 1996 dan puncaknya pada tahun 1998 yang mencapai 5,8 juta ton. Kondisi ini mewarnai krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 dimana produksi beras nasional turun yang antara lain karena kekeringan panjang.

Pada komoditi jagung meskipun pada tahun 1996 terjadi penurunan produksi, namun pada tahun 1998 justru terjadi surplus (ekspor) meskipun hanya kecil. Hal ini diduga karena banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan tidur untuk komoditas jagung. Namun pada tahun-tahun berikutnya sampai saat ini produksi jagung cenderung turun dan impor semakin besar (lebih dari 2 juta ton/tahun).

Produksi kedelai nasional tampak mengalami kemunduran yang sangat memprihatinkan. Sejak tahun 2000, kondisi tersebut semakin parah, dimana impor kedelai semakin besar. Hal ini terjadi antara lain karena membanjirnya Impor akibat fasilitas GSM 102, kredit Impor dan “Triple C” dari negara importir yang dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh importir kedelai Indonesia, disisi lain produktivitas kedelai nasional yang rendah dan biaya produksi semakin tinggi di dalam negeri. Akibat kebijakan di atas harga kedelai impor semakin rendah sehingga petani kedelai semakin terpuruk dan enggan untuk menanam kedelai. Dampaknya pada harga kedelai petani tidak bisa bersaing dengan membanjirnya kedelai Impor dan petani kedelai tidak terlindungi.

Melihat kenyataan tersebut seakan kita tidak percaya sebagai negara agraris yang mengandalkan pertanian sebagai tumpuan kehidupan bagi sebagian besar penduduknya tetapi pengimpor pangan yang cukup besar. Hal ini akan menjadi hambatan dalam pembangunan dan menjadi tantangan yang lebih besar dalam mewujudkan kemandirian pangan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu diperlukan langkah kerja yang serius untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Permasalahan Produksi Dan Upaya Mengatasi Masalah Pangan Nasional
Rendahnya laju peningkatan produksi pangan dan terus menurunnya produksi di Indonesia antara lain disebabkan oleh: (1) Produktivitas tanaman pangan yang masih rendah dan terus menurun; (2) Peningkatan luas areal penanaman-panen yang stagnan bahkan terus menurun khususnya di lahan pertanian pangan produktif di pulau Jawa. Kombinasi kedua faktor di atas memastikan laju pertumbuhan produksi dari tahun ke tahun yang cenderung terus menurun. Untuk mengatasi dua permasalahan teknis yang mendasar tersebut perlu dilakukan upaya-upaya khusus dalam pembangunan pertanian pangan khususnya dalam kerangka program ketahanan pangan nasional.

Upaya Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pangan
Rata-rata produktivitas tanaman pangan nasional masih rendah. Rata-rata produktivitas padi adalah 4,4 ton/ha (Purba S dan Las, 2002) jagung 3,2 ton/ha dan kedelai 1,19 ton/ha. Jika dibanding dengan negara produsen pangan lain di dunia khususnya beras, produktivitas padi di Indonesia ada pada peringkat ke 29. Australia memiliki produktivitas rata-rata 9,5 ton/ha, Jepang 6,65 ton/ha dan Cina 6,35 ton/ha ( FAO, 1993).

Faktor dominan penyebab rendahnya produktivitas tanaman pangan adalah
(a) Penerapan teknologi budidaya di lapangan yang masih rendah;
(b)Tingkat kesuburan lahan yang terus menurun (Adiningsih, S, dkk., 1994),
(c) Eksplorasi potensi genetik tanaman yang masih belum optimal (Guedev S Kush, 2002).

Rendahnya penerapan teknologi budidaya tampak dari besarnya kesenjangan potensi produksi dari hasil penelitian dengan hasil di lapangan yang diperoleh oleh petani. Hal ini disebabkan karena pemahaman dan penguasaan penerapan paket teknologi baru yang kurang dapat dipahami oleh petani secara utuh sehingga penerapan teknologinya sepotong-sepotong (Mashar, 2000). Seperti penggunaan pupuk yang tidak tepat, bibit unggul dan cara pemeliharaan yang belum optimal diterapkan petani belum optimal karena lemahnya sosialisasi teknologi, sistem pembinaan serta lemahnya modal usaha petani itu sendiri. Selain itu juga karena cara budidaya petani yang menerapkan budidaya konvensional dan kurang inovatif seperti kecenderungan menggunakan input pupuk kimia yang terus menerus, tidak menggunakan pergiliran tanaman, kehilangan pasca panen yang masih tinggi 15 – 20 % dan memakai air irigasi yang tidak efisien. Akibatnya antara lain berdampak pada rendahnya produktivitas yang mengancam kelangsungan usaha tani dan daya saing di pasaran terus menurun. Rendahnya produktivitas dan daya saing komoditi tanaman pangan yang diusahakan menyebabkan turunnya minat petani untuk mengembangkan usaha budidaya pangannya, sehingga dalam skala luas mempengaruhi produksi nasional.

Untuk mengatasi permasalahan di atas pemerintah harus memberikan subsidi teknologi kepada petani dan melibatkan stakeholder dalam melakukan percepatan perubahan (Saragih, 2003). Subsidi teknologi yang dimaksud adalah adanya modal bagi petani untuk memperoleh atau dapat membeli teknologi produktivitas dan pengawalannya sehingga teknologi budidaya dapat dikuasai secara utuh dan efisien sampai tahap pasca panennya. Sebagai contoh petani dapat memperoleh dan penerapan teknologi produktivitas organik hayati (misal : Bio P 2000 Z), benih/pupuk bermutu dan mekanisasi pasca panen dan sekaligus pengawalan pendampingannya.

Tingkat kesuburan lahan pertanian produktif terus menurun; revolusi hijau dengan mengandalkan pupuk dan pestisida memiliki dampak negatif pada kesuburan tanah yang berkelanjutan dan terjadinya mutasi hama dan pathogen yang tidak diinginkan. Sebagai contoh lahan yang terus dipupuk dengan Urea (N) cenderung menampakkan respon kesuburan tanaman seketika, tetapi berdampak pada cepat habisnya bahan organik tanah karena memacu berkembangnya dekomposer dan bahan organik sebagai sumber makanan mikroba lain habis (< 1%). Pemakaian pupuk kimia, alkali dan pestisida yang terus menerus menyebabkan tumpukan residu yang melebihi daya dukung lingkungan yang jika tidak terurai akan menjadi “racun tanah” dan tanah menjadi “Sakit”. Akibatnya disamping hilangnya mikroba pengendali keseimbangan daya dukung kesuburan tanah, ketidak-seimbangan mineral dan munculnya mutan-mutan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang kontra produktif. Di lahan sawah/irigasi dengan berbagai upaya program revolusi hijau yang telah ada tidak lagi memberikan kontribusi pada peningkatan produktivitas karena telah mencapai titik jenuh (Levelling Off) dan produktivitas yang terjadi justru cenderung menurun.

Upaya yang harus dilakukan adalah melakukan Soil Management untuk mengembali-kan kesuburan tanah dengan memasukkan berbagai ragam mikroba pengendali yang mempercepat keseimbangan alami dan membangun bahan organik tanah, kemudian diikuti dengan pemupukan dengan jenis dan jumlah yang tepat dan berimbang serta teknik pengolahan tanah yang tepat. Telah diketahui bahwa mikro-organisme unggul berguna dapat diintroduksikan ke tanah dan dapat diberdayakan agar mereka berfungsi mengendalikan keseimbangan kesuburan tanah sebagaimana mestinya. Selain itu, sekumpulan mikro-organisme diketahui menghuni permukaan daun dan ranting. Sebagian dari mereka ada yang hidup mandiri, bahkan dapat menguntungkan tanaman (Mashar, 2000). Prinsip-prinsip hayati yang demikian telah diungkapkan dalam kaidah-kaidah penerapan pupuk hayati (misal : Bio P 2000 Z).

Eksplorasi potensi genetik tanaman yang masih belum optimal tampak pada kesenjangan hasil petani dan hasil produktivitas di luar negeri atau hasil dalam penelitian. Dalam hal ini teknologi pemuliaan telah mengalami kemajuan yang cukup berarti dalam menciptakan berbagai varietas unggul berpotensi produksi tinggi. Meskipun upaya breeding modern, teknologi transgenik dan hibrida dirancang agar tanaman yang dikehendaki memiliki kemampuan genetik produksi tinggi (Gurdev S Kush, 2002), tetapi jika dalam menerapkannya di lapangan asal-asalan, maka performa keunggulan genetiknya tidak nampak. Hasil penggunaan varietas unggul di lapangan seringkali masih jauh dari harapan. Penyebabnya adalah masih belum dipahaminya teknik budidaya sehingga hasil yang didapat belum menyamai potensinya, apalagi melebihi.
Untuk mendapatkan performa hasil maksimal dari tanaman unggul baru yang diharapkan memerlukan persyaratan-persyaratan khusus “Presisi” dalam budidayanya seperti kesuburan lahan, pemupukan, mengamankan dari OPT (Anonim, 2003) dan/atau perlakuan spesifik lainnya. Pada kenyataannya baik tanaman unggul seperti padi VUB, Hibrida dan PTB; dan kedelai serta Jagung hibrida akan mampu berproduksi tinggi jika pengawalan manajemen budidayanya dipenuhi dengan baik, tetapi jika tidak justru terjadi sebaliknya. Hasilnya lebih rendah dari varietas lokal. Hal ini berarti bakal calon penerapan varietas unggul berproduktivitas tinggi harus dilakukan pengawalan dan manajemen teknologi penyerta dengan baik dan diterapkan secara paripurna. Untuk hal tersebut petani harus diberikan dampingan dan memanejemen budidaya secara intensif.

Upaya Menambah Perluasan Lahan Pertanian Baru
Sulitnya melakukan peningkatan produksi pangan nasional antara lain karena pengembangan lahan pertanian pangan baru tidak seimbang dengan konversi lahan pertanian produktif yang berubah menjadi fungsi lain seperti permukiman. Lahan irigasi Indonesia sebesar 10.794.221 hektar telah menyumbangkan produksi padi sebesar 48.201.136 ton dan 50 %-nya lebih disumbang dari pulau Jawa (BPS, 2000). Akan tetapi mengingat padatnya penduduk di pulau Jawa keberadaan lahan tanaman pangan tersebut terus mengalami degradasi seiring meningkatnya kebutuhan pemukiman dan pilihan pada komoditi yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi seperti hortikultura. Jika tidak ada upaya khusus untuk meningkatkan produktivitas secara nyata dan/atau membuka areal baru pertanian pangan sudah pasti produksi pangan dalam negeri tidak akan mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional.

Dari sisi perluasan areal lahan tanaman pangan ini upaya yang dapat ditempuh adalah:
(1) Memanfaatkan lahan lebak dan pasang surut termasuk di kawasan pasang surut (Alihamsyah, dkk, 2002)
(2) Mengoptimalkan lahan tidur dan lahan tidak produktif di pulau Jawa. Kedua pilihan di atas mutlak harus di barengi dengan menerapkan teknologi produktivitas mengingat sebagian besar lahan tersebut tidak subur untuk tanaman pangan.

Luas lahan pasang surut dan Lebak di Indonesia diperkirakan mencapai 20,19 juta hektar dan sekitar 9,5 juta hektar berpotensi untuk pertanian serta 4,2 juta hektar telah di reklamasi untuk pertanian (Ananto, E.,2002). Memanfaatkan lahan lebak dan Pasang Surut dipandang sebagai peluang terobosan untuk memacu produksi meskipun disadari bahwa produktivitas di lahan tersebut masih rendah. Produktivitas rata-rata tanaman pangan padi, Jagung dan Kedelai di lahan lebak/pasang surut dengan penerapan teknologi konvensional hasilnya masih rendah yaitu : secara berturut turut sekitar 3,5 ton/ha; 2,8 ton/ha dan 0,8 ton/ha. Kendala utama pengembang di lahan ini adalah keragaman sifat fisiko-kimia seperti pH yang rendah, kesuburan rendah, keracunan tanah dan kendala Bio fisik seperti pertumbuhan gulma yang pesat, OPT dan cekaman Air (Moeljopawiro, S., 2002)

Ditemukannya teknologi baru (misalnya Bio P 2000 Z) dengan memanfaatkan mikroba penyubur dan pengendali kesuburan alami tanah di lahan lebak dan pasang surut memberikan bukti bahwa produktivitas tanaman pangan tersebut mampu lebih tinggi dibanding produktivitas konvensional di lahan subur atau produktivitas rata-rata nasional yaitu: 5,5 – 8 ton/ha padi; 2,5 – 3,5 ton/ha kedelai dan 5 – 8 ton/ha jagung JPK). Ternyata dengan sistem demikian masalah tersumbatnya produksi komoditi pertanian dapat dipecahkan.

Efek mikroba memiliki manfaat yang besar dalam mengendalikan lingkungan mikro tumbuh kembang tanaman yang secara sinergi memberikan manfaat:
(1) diredamnya faktor penghambat tumbuh kembang tanaman yang dijumpai dalam tanah termasuk menetralkan kemasaman lahan,
(2) adanya produksi senyawa bio-aktif seperti enzim, hormon, senyawa organik, dan energi kinetik yang memacu metabolisme tumbuh kembang akar dan bagian atas tanaman
(3) pasok dan penyerapan hara oleh akar makin efesien, lancar, dan berimbang,
(4) ketahanan internal terhadap hama dan penyakit meningkat. Budidaya dengan menerapkan teknologi ini secara baik di lahan jenis tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sehingga usaha tani pangan di lahan tersebut akan dapat bersaing. Menjadikan lahan lebak dan pasang surut untuk usaha pertanian harus didukung dengan teknologi dan infrastruktur yang memadai sehingga luasan lahan ini dapat menjadi pendukung dan buffer untuk peningkatan produksi pangan dan swasembada.

Lahan kering di Indonesia sebesar 11 juta hektar yang sebagian besar berupa lahan tidur dan lahan marginal sehingga tidak produktif untuk tanaman pangan. Di Pulau Jawa yang padat penduduk, rata-rata pemilikan lahan usaha tani berkisar hanya 0,2 ha/KK petani. Namun, banyak pula lahan tidur yang terlantar. Ada 300.000 ha lahan kering terbengkelai di Pulau Jawa dari kawasan hutan yang menjadi tanah kosong terlantar. Masyarakat sekitar hutan dengan desakan ekonomi dan tuntutan lapangan kerja tidak ada pilihan lain untuk memanfaatkan lahan-lahan kritis dan lahan kering untuk usaha tani pangan seperti jagung, padi huma dan kedelai serta kacang tanah. Secara alamiah hal ini membantu penambahan luas lahan pertanian pangan, meskipun disadari bahwa produktivitas di lahan tersebut masih rendah, seperti jagung 2,5 – 3,5 ton/ha dan padi huma 1,5 ton/ha dan kedelai 0,6 – 1,1 ton/ha, tetapi pemanfaatannya berdampak positif bagi peningkatan produksi pangan.

Melihat kenyataan di atas maka solusi terbaik adalah:
(1) pemerintah sebaiknya memberikan ijin legal atas hak pengelolaan lahan yang telah diusahahan petani yaitu semacam HGU untuk usaha produktif usaha tani tanaman pangan sehingga petani dapat memberikan kontribusi berupa pajak atas usaha dan pemanfaatan lahan tersebut,

(2) memberikan bimbingan teknologi budidaya khususnya untuk menerapkan teknologi organik dan Bio/hayati guna meningkatkan kesuburan lahan dan menjamin usaha tani yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dan

(3) Melibatkan stakeholder dan swasta yang memiliki komitmen menunjang dalam sistem Agribisnis tanaman pangan sehingga akan menjamin kepastian pasar, Sarana Input teknologi produktivitas dan nilai tambah dari usaha tani terpadunya. Pengelolaan lahan kering untuk pertanian dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi produktivitas organik agar memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai contoh jika 150.000 ha lahan ini digunakan untuk budidaya Jagung jika dengan tambahan teknologi produktivitas organik dapat menghasilkan rata-rata 6,5 ton/ha yang dilakukan dengan 2 kali MT maka akan terjadi penambahan produksi sebesar: 1,95 juta ton jagung, berarti akan mensubstitusi lebih dari 60% impor Jagung. Multiple effek dari usaha tani tanaman pangan ini sangat berarti dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar dan bagi kepentingan nasional.

Mencapai Swasembada Pangan 2003 – 2010 Untuk Mewujudkan Kemandirian Dan Ketahanan Pangan Nasional
Membangun Ketahanan pangan berbasis Agribisnis pangan rakyat di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius. Pada tahun 1984 swasembada pangan pernah tercapai yang diukir sebagai prestasi gemilang saat itu, namun tahun-tahun selanjutnya semakin merosot sehingga upaya-upaya mempertahankan dan mencukupi kebutuhan pangan nasional semakin terancam. Proyek pembukaan lahan pertanian sejuta hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah, implementasi BIMAS, INSUS, SUPRA INSUS; tampaknya tidak memberikan manfaat bahkan dalam dasawarsa terakhir kita terjebak dalam kesejangan pangan dan dengan produksi pangan nasional semakin terancam dan impor pangan dijadikan sebagai solusi instan. Seharusnyalah dibangun kembali kerangka pembangunan pertanian berkerakyatan dan berorientasi kemandirian dan kesejahteraan yang merata di dalam sistem agribisnis yang terpadu. Masalah penyediaan pangan untuk penduduk harus dipandang secara utuh, bukan sekedar dinilai secara untung rugi saja tetapi lebih jauh dicermati pada aspek politik, dan sosialnya karena di dalam pandangan nasional ketahanan pangan harus merupakan bagian dari ketahanan nasional.

Menempatkan pangan sebagai bagian menempatkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara serta rasa nasionalisme untuk melindungi, mencintai dan memperbaiki produksi pangan lokal harus terus dikembang-majukan. Pertanian pangan termasuk di kawasan transmigrasi hendaknya jangan dipandang sebagai lahan untuk menyerap tenaga kerja atau petani dikondisikan untuk terus memberikan subsidi bagi pertumbuhan ekonomi sektor lain dengan tekanan nilai jual hasil yang harus rendah dan biaya sarana produksi terus melambung. Tetapi seharusnya petani pangan mendapatkan prioritas perlindungan oleh pemerintah melalui harga jual dan subsidi produksi karena petani membawa amanah bagi ketahanan pangan, petani pangan perlu mendapatkan kesejahteraan yang layak. Dalam hal ini adalah wajar jika pemerintah berpihak kepada petani dan pelaku produksi pertanian pangan karena merupakan golongan terbesar dari masyarakat Indonesia .

Kebijakan Impor pangan yang menonjol sebagai program instant untuk mengatasi kekurangan produksi justru membuat petani semakin terpuruk dan tidak berdaya atas sistem pembangunan ketahanan pangan yang tidak tegas. Akibat over suplai pangan dari impor seringkali memaksa harga jual hasil panen petani menjadi rendah tidak sebanding dengan biaya produksinya sehingga petani terus menanggung kerugian. Hal ini menjadikan bertani pangan tidak menarik lagi bagi petani dan memilih profesi lain di luar pertanian, sehingga ketahanan pangan nasional mejadi rapuh.
Melihat kondisi saat ini dan trend produksi pangan yang semakin tergantung impor dan bergesernya pola konsumsi masyarakat maka untuk mencapai kemandirian pangan ke depan harus dilakukan melalui upaya-upaya terpadu secara terkonsentrasi pada peningkatan produksi pangan nasional yang terencana mulai “presisi” di sektor hulu – proses (on farm) dan hilirnya.

Yang perlu ditekankan adalah: peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi bio/hayati organik, perluasan areal pertanian pangan dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya pendukung lokalnya, kebijakan tataniaga pangan dan pembatasan impor pangan, pemberian kredit produksi dan subsidi bagi petani pangan, pemacuan kawasan sentra produksi dan ketersediaan silo untuk stock pangan sampai tingkat terkecil dalam mencapai swasembada pangan di setiap daerah. Untuk itu pemacuan peningkatan produksi pangan nasional harus ditunjang dengan kesiapan dana, penyediaan lahan, teknologi, masyarakat dan infrastrukturnya yang dijadikan sebagai kebijakan ketahanan pangan nasional.

Padi
Dalam kurun waktu satu dasa warsa ke depan Indonesia harus mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat-nya. Tabel 2 menggambarkan keragaan pemacuan produksi dan pengurangan impor padi yang dipandang rasional.
Dengan asumsi pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun 1,5 % dan impor beras sekitar 1,5 – 2 juta ton pada tahun 2003 dan produksi dalam negeri sekitar 52 juta ton, maka untuk mencapai swasembada pada tahun 2010 diperlukan trend peningkatan produksi sebesar 1,8 – 2,1 % pertahun. Peningkatan ini sangat rasional dan dapat dilakukan dengan melihat potensi produk-tivitas yang dapat ditingkatkan dan potensi ketersediaan lahan baru yang dapat dibuka seperti lahan pasang surut, lebak dan lahan kering untuk padi (Suprihatno, dkk, 1999; Irianto, Gatot, dkk., 2002).

Jagung
Pada tahun 2002 impor jagung mencapai 2,2 juta ton dan sejak tahun 2000 pertumbuhan produksinya menunjukkan trend yang cenderung negatif. Melihat potensi yang ada bahwa hal upaya memacu produksi jagung dalam 10 tahun kedepan masih dapat dilakukan, bahkan sekalipun untuk dapat mencapai surplus (ekspor). Dengan menciptakan tingkat pertumbuhan produksi 2 % sampai 6,5 %per tahun maka pada tahun 2010 Indonesia akan dapat mengekspor jagung. Hal ini sangat rasional untuk dapat diwujudkan dan dicapai mengingat masih banyak lahan tidur dan lahan kering potensial yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk dapat meningkatkan produksi jagung. Peluang penerapan teknologi produktivitas Bio hayati organic dan penerapan benih hibrida untuk meningkatkan produktivitas dari rata-rata 3,5 ton/ha menjadi lebih dari 6,5 ton/ha di lahan tersebut masih sangat rasional apalagi agribisnis jagung telah didukung dengan tersedia dan kesiapan stakeholder dari hulu sampai hilirnya.

Kedelai
Upaya mendongkrak produksi kedelai memang berat mengingat ada sekitar 70 % kebutuhan kedelai dipenuhi dari impor. Terus membanjirnya impor kedelai tahun 2000 memiliki dampak yang tragis bagi petani kedelai dan untuk dapat mencapai imbangan impor harus ada perlakuan khusus dengan mengembalikan kepercayaan petani kembali bertanam kedelai. Upaya perimbangan impor dan pertumbuhan produksi kedelai jika produksi dapat terus ditingkatkan secara linear dari 13 % di tahun 2003 terus tumbuh meningkat hingga 20 % pada tahun 2010. Selama dasawarsa ke depan (2003 – 2013), yang rasional dilakukan adalah menekan impor dengan substitusi dari produksi dalam negeri sampai tinggal 10 – 20 % impor. Hal ini relevan dengan kondisi saat ini dan dapat terjadi jika ada pengaturan tata niaga untuk kepastian harga yang layak saat petani panen raya dan menciptakan produktivitas kedelai yang tinggi sehingga menurunkan biaya produksinya per satuan hasil.

Menerapkan kebijakan tata niaga kedelai, pembatasan impor (tarif bea masuk) dan insentif/subsidi bagi petani produsen dipandang perlu pada komoditas ini karena merupakan komoditi hajat hidup orang banyak (Inkopti, 2001), jika memang keputusan kemandirian pangan sebagai keputusan politik untuk ketahanan pangan. Persoalan teknologi produktivitas kedelai dan lahan sebenarnya bukan lagi sebagai permasalahannya, hanya saja jika petani tidak diberikan subsidi teknologi, produktivitasnya tetap rendah (< 1,2 ton/ha) dan biaya produksi per satuan produk menjadi tinggi sehingga ke depannya tidak dapat bersaing dipasaran bebas. Upaya ini perlu dilakukan dengan dengan menerapkan kebijakan yang simultan untuk merangsang pertumbuhan tinggi baik dengan melibatkan stakeholder pelaku bisnis kedelai dari hulu hingga hilir, teknologi, petani, perbankan dan pemerintah.

Harus diciptakan kondisi yang kondusif untuk memberikan perlindungan pada petani. Menciptakan dan mewujudkan kemandirian pangan nasional agar lebih ditekankan pada peran petani serta stakeholder yang mengawal sistem produksi dari keterjaminan penyediaan teknologi, sarana produksi hingga industri hilirnya. Fasilitas kebijakan yang memberikan kemudahan petani pangan mendapatkan subsidi teknologi, mekanisasi dan fasilitasi penunjang budidaya (seperti infrastruktur untuk pertanian seperti irigasi dan jalan, dan kredit produksi), perlindungan pasar serta kebijakan impor terbatas diperlukan untuk kembali menggairahkan pertanian pangan. Dalam hal ini perlu adanya rencana dan pedoman yang jelas dan sistematis sebagai komitmen bagi stakeholder khususnya dari pemerintah melalui Departemen Pertanian dan departemen terkait dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional yang tangguh sebagai keputusan nasional yang didukung oleh pemerintah daerah sebagai pelaksana di lapangan.

Upaya menciptakan kemandirian pangan dengan mengembangkan produksi sumber pangan alternatif substitusi pangan impor dilakukan seiring dengan pemacuan tiga komoditi pangan utama di atas. Sumber pangan karbohidrat yang dapat dimanfaatkan untuk substitusi pangan impor seperti kentang, jagung putih dan umbi-umbian. Mengembangkan sumber pangan alternatif ini justru memiliki nilai ekonomis tinggi karena disamping produktivitas per hektarnya tinggi, pangan tersebut sebagai bahan baku industri. Dengan keragaman sumber bahan pangan yang dikonsumsi dan dapat diproduksi di dalam negeri diharapkan dapat menekan impor pangan secara nyata dan mengurangi ketergantungan pangan dari luar negeri sehingga ketahanan dan kemandirian pangan nasional semakin mantap.
Peran Teknologi Produktivitas Organik Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan

Subsidi teknologi yang menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ketahanan pangan yang tangguh, harus mengutamakan teknologi produktivitas yang ramah lingkungan. Teknologi tersebut harus telah terbukti memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan produktivitas dan teruji bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan tetapi juga mampu menjaga kelestarian produksi dan ramah lingkungan. Disamping itu teknologi yang diterapkan harus bersifat sederhana, mudah dimengerti dan dilaksanakan petani sehingga dapat diterapkan di lapangan secara utuh dan memiliki kawalan/pendampingan di lapangan untuk menjamin keberhasilannya.
Sebagai contoh teknologi pupuk hayati Bio P 2000 Z yang diramu dari kumpulan mikro-organisme indegenus terseleksi bersifat unggul berguna yang dikondisikan agar dapat hidup harmonis bersama saling bersinergi dengan kultur mikro-organisme komersial serta dibekali nutrisi dan unsur hara mikro dan makro yang berguna bagi mikroba dan komoditas budidaya. Sekumpulan mikro-organisme unggul berguna dikemas dalam pupuk hayati Bio Perforasi terdiri dari dekomposer (Hetrotrop, Putrefaksi), pelarut mineral dan phospat, fiksasi nitrogen, Autotrop (fotosintesis) dan mikroba fermentasi serta mikroba penghubung (seperti Mycorrhiza) yang bekerja bersinergi dan nutrisi bahan organik sederhana, seperti senyawa protein/peptida, karbohidrat, lipida, Vitamin, senyawa sekunder, enzim dan hormon; serta unsur hara makro: N, P, K, S, Ca, dan lainnya berkombinasi dengan hara mikro: seperti Mg, Si, Fe, Mn, Zn, Mn, Mo, Cl, B, Cu, yang semua unsur yang disebut di atas diproses melalui cara fermentasi.

Bio Perforasi secara komprehenship membentuk dan mengkondisikan keseimbangan ekologis alamiah melalui sekumpulan jasa mikro-organisme unggul berguna yang dikondisikan, bersinergi dengan mikroba alami indogenus dan nutrisi; dan dengan menggunakan prinsip “mem-bioperforasi“ secara alami oleh zat inorganik, organik dan biotik pada mahluk hidup (seperti tanaman) sehingga memacu dan/atau mengendalikan pertumbuhan dan produksinya. Ternyata dengan sistem demikian masalah tersumbatnya produksi komoditi pertanian dapat dipecahkan (Mashar, 2000).
Melalui jasa mikro-organisme unggul yang sebelumnya telah dikondisikan terhadap lingkungan tumbuh kembang tanaman serta dibekali nutrisi dan unsur hara, faktor pembatas produksi dan kendala tumbuh asal tanah dan lingkungan dapat direndam sehingga tanaman dapat dipacu berproduksi tanpa menggangu hasil rekayasa konstelasi genetik yang telah dimiliki tanaman sebelumnya. Hal ini seiring dengan tujuan meningkatkan produktivitas hasil dari tanaman varietas unggul yang memiliki potensi genetik tinggi seperti padi Hibrida, PTB dan padi unggul lain yang akan dikembangkan untuk daerah-daerah kritis lebak rentan cekaman kesuburan tanah yang labil. Seperti daerah transmigrasi Penggunaan mikroba Bio P 2000 Z secara teratur dan sesuai anjuran ternyata mampu mendongkrak potensi produksi tanaman yang bersangkutan melebihi referensi Genetik yang dimilikinya dan cekaman anasir penghambat dalam tanah.

Keunggulan penerapan teknologi Bio Perforasi pada padi adalah meningkatnya produktivitas dan kualitas beras. Pada padi unggul nasional memacu bertambahnya anakan produktif rata-rata 19 – 35 anakan dan kuatnya perakaran (gambar A), tahan rebah dan serangan penggerek batang; malai lebih besar (berisi) sehingga dibanding tanpa Bio P2000Z pada volume gabah kering giling (GKG) yang sama rendemen meningkat 30% – 40%. Karena proses keseimbangan hara ini beras lebih jernih dan tidak mudah remuk/patah saat digiling.

Kesimpulan
1.    Laju pertumbuhan produksi pangan nasional dalam dasa warsa terakhir rata-rata cenderung terus menurun sedangkan laju pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat yang berarti semakin meningkat ketergantungan pangan nasional pada impor merupakan bahaya laten bagi kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

2.    Produksi pangan yang terus menurun lebih disebabkan karena: produktivitas hasil budidaya petani rata-rata masih rendah dan perluasan areal lahan pertanian stagnan serta lahan yang ada cenderung menurun kualitasnya sehingga perlu upaya mengatasi permasalahan tersebut dengan terobosan yang konstruktif dalam produktivitas dan perluasan lahan.

3.    Meningkatkan produktivitas dapat ditempuh melalui cara antara lain: menerapkan teknologi budidaya produktivitas tinggi dengan memberikan subsidi teknologi kepada petani seperti teknologi pupuk hayati Bio P 2000 Z; melakukan Soil Management di lahan pertanian dengan mengintroduksikan agen mikroba penyubur dan nutrisi (seperti pupuk berimbang) untuk mengembalikan keseimbangan alami yang membangun kesuburan tanah dan tanaman diatasnya; melakukan eksplorasi potensi genetik tanaman yang memiliki performa tanaman unggul hasil maksimal seperti varietas hibrida dan tipe baru dengan memberikan perlakuan presisi kawalan teknologi yang sesuai sehingga efisiensi hasil maksimal dapat tercapai .

4.    Upaya memacu pertumbuhan produksi pangan dengan membuka areal Lahan pertanian baru yang dapat di gunakan untuk pertanian produktif adalah potensi lahan pasang surut dan lahan lebak, serta lahan kering yang sebagian besar belum tergarap secara optimal dengan disertai penerapan teknologi produktivitas.

5.    Untuk mewujudkan swasembada dan kemandirian serta ketahanan pangan dalam satu dasawarsa ke depan (2010), diperlukan perangkat kebijakan yang mengarah pada perbaikan implementasi sistem agribisnis dan tataniaga (impor) bahan pangan. Disamping itu laju pertumbuhan produksi nasional harus dipacu pertahun secara bertahap, pada komoditas padi/beras dari tahun 2003 sebesar 1,8 % menjadi 2,1% pada tahun 2010, komoditas jagung dari 2 % tahun 2003 menjadi 6,5 % tahun 2010, dan kedelai 13 % tahun 2003 terus meningkat menjadi 20 % pada tahun 2010.

6.    Penerapan teknologi organik seperti Bio P 2000 Z yang memanfaatkan sinergi jasa mikroba unggul mampu meningkatkan produktivitas tanaman lebih tinggi dari teknologi pupuk konvensional/kimia dan memiliki manfaat memperbaiki kesuburan lahan serta menjaga produktivitas tinggi lahan yang berkelanjutan.

Tabel.1
Pertumbuhan Per Tahun Peroduksi Beras, Jagung, Kedelai, 1992-1993
Komoditi
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
Padi
7.99
0.12
3.18
6.75
2.73
-3.37
-0.28
3.31
2.03
-2.77
1.82
0.04
Jagung
28.36
-19.68
6.25
22.12
12.87
-5.76
15.95
-9.49
5.14
-3.41
1.92
1.42
Kedelai
20.17
-8.63
-8.37
7.41
-9.69
-10.56
-3.76
5.91
-26.41
-16.74
-21.06
13.36
Penduduk
1.4
1.42
1.45
1.52
1.55
1.57
1.59
1.61
1.63
1.66
1.69
1.72

Target Produksi dan Proyeksi Impor Padi Nasional Tahun 2000 – 2010
(000 ton)
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
Kebutuhan
52,055
52,114
52,078
53,000
53,795
54,601
55,421
56,252
57,096
57,952
58,822
Produksi
49,429
49,144
50,078
51,000
51,941
52,900
53,877
54,890
56,023
57,191
58,387
Impor
2,626
2,970
2,000
2,000
1,854
1,701
1,544
1,362
1,073
761
435

Target Produksi dan Proyeksi Impor Jagung Nasional Tahun 2000 – 2010
(000 ton)
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
Kebutuhan
10.500
11.000
11.500
11.663
11.832
12.016
12.196
12.339
12.564
12.753
12.945
Produksi
9.676
9.165
9.278
9.409
9.625
9.969
10.445
11.065
11.735
12.466
13.285
Impor
824
1.835
2.222
2.254
2.213
2.047
1.251
1.314
229
257
-340

Target Produksi dan Proyeksi Impor Kedelai Nasional Tahun 2000 – 2010
(000 ton)
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
Kebutuhan
2.295
2.335
2.376
2.417
2.460
2.503
2.547
2.541
2.637
2.025
2.730
Produksi
1.017
923
837
915
1.010
1.126
1.271
1.453
1.653
1.685
2.380
Impor
1.277
1.412
1.558
1.902
1.450
1.376
1.276
1.138
951
697
350


Pupuk kimia vs Bio P2000Z,Soal harga pun, bisa diadu. Harga seliter pupuk Bio P2000Z dipasaran hanya Rp150.000-180.000,-. Padahal, isinya setara dengan 200 kg urea (seharga Rp900.000,-), 50 kg fosfat (Rp 200.000,-), dan setara 40 kg pupuk KCL (Rp90.000,-). Jika merasa kemahalan, pupuk ini bias diencerkan lagi dengan carafermentasi selama 48 jam (dengan menambah 1 kg gula/air kelapa, 1 kg urea (bisadigantikan dengan air kencing), dan 20 liter air). hasil fermentasi tersebutbisa diencerkan menjadi 200 liter pupuk cair. Jadi, harganya memurah menjadisekitar Rp.700-1000/liter.
Mikroba Google Rp.166,-/liter. Bila air fermentasi diganti air kelapa tua yang terbuang dipasar terkumpul 1500 liter, harganya lebih murah lagi misal harga biop2000z pangan + phosmit original 250rb / 1500liter = Rp. 166,-/liter.

Pupuk Biop2000Z telah diujicoba pada berbagai macam tanaman produksi dan lahan pertanian dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun, termasuk pada lahan gambut. Sebagai contoh bukti hasil pemakaian pupuk BioP2000Z, jumlah panen kedelai,yang semula 1,2 ton per ha menjadi 4,5 ton per ha dalam enam kali pemupukan dengan jeda 1 – 2 minggu.

Untuk mendapatkan kedelai tingkat raksasa seperti pada gambar, tanaman perludipupuk dua kali seminggu. Tiap ada tunas baru, semprotlah daun, batang, dantanahnya dengan pupuk ini.
Pupuk Bio P200Z tercipta dari rasa prihatin melihat kondisi ekonomi petani. Akibat revolusi hijau, produksi pertanian digenjot menggunakan pupuk kimia. Pada awal panen hasilnya memang memuaskan, tetapi untuk selanjutnya petanimalah merugi. Setiap musim tanam, petani harus punya modal untuk membeli bibit, pupuk, dan pestisida. Ketika panen, belumtentu petani bisa langsung tersenyum bahagia meraup untung dan menutup utang modalnya. Soalnya, harga jual hasil panen masih bias digoyang untukmenguntungkan pihak tertentu. Petani akan lebih merana lagi jika tanamannyaludes diserang hama.

Jika kondisi seperti itu berlangsung terus-menerus, petani bisa makin jatuhmelarat dan kemudian menggantung paculnya, ini sangat berbahaya, Indonesia bisakrisis pangan seperti langkanya kedelai dipasaran. Salah satu kunci penyebabkemelaratan petani adalah karena ketergantungan petani dengan pupuk buatan.Takaran penggunaan pupuk buatan ini untuk satu satuan luas perlu terusmeningkat. Dari segi biaya, ini tentu menambah ongkos produksi yang memberatkan petani. Pemakaian urea yang berlangsung terus-menerus dan bertahun-tahun jugamembuat tanah menjadi seperti plastik. Akibatnya, tanah tidak bias bernapas danair pun tidak bisa meresap. Ini baru dampak dari urea.
Belum lagi akibat pupuk lain seperti TSP dan fosfat yang membuat tanah menjadiasam. Kalau sudah begitu, akar tanaman sulit berkembang dan hidup. Padahal sesungguhnya tanaman bisa subur secara alami tanpa diberi pupuk kimia buatan.

Harga Pupuk Medan (Oktober 2013)
Last Updated on Monday, 14 October 2013
Urea non-subsidi: 4.200~4.300
ZA/Amsul: 2.250~2.350
Rock Phosphate Mesir: 1.550~1.650
TSP: 4.800~4.900
KCl Rusia: 4.800~4.900
Dolomit mesh 100: 500~550
Kiesrite China sintetis: 2.000~2.150
Borate: 8.800~8.900
Copper Sulphate: 27.000~28.000
Ferro Sulphate: 3.500~4.000
Zinc Sulphate: 7.500~7.700
Catatan: harga Rupiah per kilogram, termasuk ppn10%.
cek di  http://www.fertibros.com/index.php/dolomite/85-medan

BIO P2000Z PERKEBUNAN
PT. ALAM LESTARI MAJU INDONESIA,
Deptan R.I.: L 204/HAYATI/PPI/V/2008 (perpanjangan Th. 2000)
International Patent: PCT/ID 01/00003
National Patent: ID 0 000 438 S
MURI Kedelai Terbesar, tertinggi dan terbanyak polongnya
Anugerah Kalyana Kretya Utama Tahun 2004
Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Bidang Pangan Th. 2009

CARA MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI BIO P 2000 Z
A. Dengan cara fermentasi.
- Siapkan air 20 liter di ember, berikan 1 kg guladan 1 kg urea.
- Aduk hingga merata, dan tuangkan 1 liter pupukbio P 2000 Z.
- Diamkan 48 jam, setiap 1 liter air fermentasitambahkan 6 liter air
- Gunakan semprotkan untuk 1 ha ke tanah dantanaman.
- Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore sesudahpkl 16.00.

B. Dengan cara menggunakan dicampur “PHOSMIT”
Phosmit berfungsi sebagai zat yang mampumembangunkan mikroba dari kondisi tidur, dan sekaligus sebagai bahan makananuntuk tanaman maupun mikroba. Dengan demikian, daya kerja penggabungan Bio P2000 Z dan Phosmit dibuat saling mendorong pertumbuhan tanaman.
- siapkan air 200 liter air tambahkan pupuk Bio P2000 Z 1 liter dan 1 liter phosmit dan siap digunakan untuk lahan 1 ha ke tanah dan tanaman.
- Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore sesudahpkl 16.00.
Awas Tiruan !!! NEW STIKER !!!! MIKROBA GOOGLE (BIOP2000Z)
Jangan tertipu dengan produk BIO P2000Z PALSU !!! !!!
Dengan tegas bahwa nama Ultragen, maupun mikroba bhineka tunggal ikka itu Bahasa iklan dan produk yang menyesatkan dan karena pastilah itu bukan BIOP2000Z ataupun produk Turunan Mikroba Google dengan Hak Paten BIOP2000Z. Brosur dan Label produk BIO P2000Z asli "Tidak ada kata Ultra hayati". 
atau selain foto ini : 
Tulisan BIOP2000Z ketebalan lebih kecil dan gambar tanaman lebih jelas, angka 5 dan 6 warna lebih cerah, dari stiker lama yang pernah dipalsukan oleh distributor.
Untuk menghindari Pemalsuan yang pernah kami alami oleh Distributor, kami melakukan penjualan langsung kepada Mitra binaan yang terus kami monitoring perkembangan dalam pertanian, perkebunan, Peternakan dan Perikanan di seluruh Indonesia. Stok Terbatas!!!
konsultasi dan order pabrik langsung, Harga khusus dari pabrik tuk agen / distributor. hub. Bimanuar email : konsultanpks99@gmail.com
( sms only ) 085378877277 / 08999396920 / 02123650877 
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1470804776490650&set=a.1447659482138513.1073741846.1375007859403676&type=1&theater